“AKANKAH JOKOWI BENAR-BENAR SADAR”

“AKANKAH JOKOWI BENAR-BENAR SADAR”

 

Jokowi dianggap “ngelindur”, pada saat mengambil keputusan siapa yang akan di tempatkan pada kursi tertinggi pada institusi kepolisian. Hal tersebut membuat kehebohan di tengah warga Negara yang dipimpinnya. Keputusannya yang memberikan calon tunggal untuk posisi setara menteri itu membuat banyak pihak merasa ada kejanggalan. Terlebih lagi yang dicalonkan memiliki catatan merah ketika sang calon tersebut menduduki jabatan di institusi kepolisian.

Kejadian yang “gempar membahana” ini, sangatlah riskan bagi kelangsungan Negara yang sedang berkembang, dan juga keberlangsungan  Jokowi untuk mempertahankan posisinya sebagai Presiden. Untuk mengkaji masalah yang sedang berlangsung sekarang, saya akan mencoba melihat dari sudut pandang actor.

Untuk melihat dari sudut pandang actor, maka yang harus kita ketahui yaitu SIAPA Jokowi? Sebagaimana yang kita ketahui Jokowi sebagai presiden yang disokong oleh partai berlambang banteng moncong putih dan partai besar pemenang pemilu yang tergabung dalam koalisi Indonesia hebat.

Tentunya dalam menjalankan pemerintahan ia membutuhkan dukungan dalam bentuk apa saja. Politik Transaksional menjadi hal yang paling tidak dapat dihindarkan. Misalnya saja dalam bagi-bagi kursi menteri, dan itu telah menjadi rahasia umum bagi rakyat Negara ini. Presiden baru yang menjanjikan akan Lepas “Jas Merah” dan netral, ternyata tidak mampu keluar dari belenggu partai politik.

Begitu pula dengan kejadian yang membuat gusar rakyatnya. Tudingan bahwa jokowi “didikte” oleh pengusungnya memberikan gambaran bagaimana politik itu bekerja. Politik mencoba merasuki dan mempengaruhi pemerintah jika kita melihat jokowi sebagai presiden yang notabene adalah kepala pemerintahan, serta politik mengontrol orang atau individu, kalau kita melihat jokowi sebagai individu.

“Pemegang kekuasaan yang tak terlihat” mencoba mengkonstruksi bagaimana menggunakan Presiden RI sebagai asetnya dan memaksanya untuk lakukan apa yang diinginkan demi mencapai  tujuannya. (politic is about owner, asset and force).

Terlebih dari itu semua, ada satu kekuatan yang akan mengawasi apa yang sedang terjadi yaitu kekuatan social, yang berasal dari bawah, dari rakyat sebagai pemberi mandat. Harapannya tentu saja Negara di bawah kepemimpinan Jokowi berada pada track yang benar, menjalankan fungsinya demi kemaslahatan rakyat yang mempercayakan nasibnya ditangan pemimpin baru. satu lagi yang tidak bisa dipisahkan dalam masalah ini yaitu, kesadaran yang dalam bahwa Jokowi sebagai presiden yang dipilih rakyat bukan boneka  si “Pemegang kekuasaan yang tak terlihat”

—The aim of politics should be to make the live of individual as good as possible—

(Bertrand Russel)

 Dian Iskandar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s