SOCIETY DI INDONESIA

Mencari Kekuatan Society Demi Tujuan Negara

Kekuasaan presiden kedua Indonesia yang sangat dominan, berujung pada pembatasan ruang partisipasi rakyat dan akhirnya menjadi lecutan keras bagi rakyat yang dipimpinnya. Tidak hanya itu, negara melakukan pembungkaman terhadap rakyat yang “bersuara lantang”, walaupun jelas dalam konstitusi negara menjamin hak rakyat Indonesia, kondisi yang demikian melahirkan tuntutan dan harapan dari rakyat kepada sang penguasa. Demokrasi menjadi jawaban atas tuntutan dan harapan tersebut. Berakhirnya regim otoritarianisme yang mengakar selama 32 tahun di Indonesia, dan ditandai dengan datangnya era reformasi menjadi langkah awal bangkitnya society di Indonesia yang selama ini terpasung oleh dominasi negara.

Demokrasi yang merupakan utopia pahlawan reformasi pun menjadi momentum yang menstimulus rakyat untuk lebih sadar akan perannya sebagai warga negara. Walaupun Demokrasi bukan pilihan yang paling sempurna, hanya karna demokrasi lebih baik dari pada yang buruk. Seperti dikemukakan oleh Larry Diamond yang berpendapat bahwa society (rakyat) menjadi salah satu kunci dalam demokrasi, karena demokrasi akan susah dicapai tanpa kehadiran society.

Maka dari itu, Indonesia yang merupakan negara hukum, dalam konstitusi telah mengatur tentang kewajiban dan hak setiap rakyatnya, serta membuka ruang besar bagi rakyat untuk mengambil posisi sebagai aktor dalam negara indonesia dan juga sebagai aspek demokrasi.

Potret proses demokrasi yang berjalan di Indonesia sampai saat ini, tidak berjalan dengan mulus. Instabilitas politik sebagai salah satu dampak buruk jika society diabaikan oleh negara. Seperti kasus RUU Pilkada yang belakangan ini menarik perhatian rakyat. Hasil voting dalam sidang paripurna yang membahas Undang Undang Pilkada menghendaki pemilihan umum kepala daerah baik tingkat provinsi, maupun kota/kabupaten kembali pada sistem lama dimana lembaga legislatif tingkat daerah (DPRD)lah yang akan memilih kepala daerah.

Resistensipun datang dari rakyat, karena kesadaran rakyat kekuatan terbesar dinegara ini. Isi batang tubuh Undang Undang 45 pun yang menyatakan kedaulatan berada ditangan rakyat menjadi fondasi kokoh bagi rakyat dan telah menjadi imun bagi rakyat dewasa ini. Kesadaran akan rasa memiliki negara ini menjadi senjata untuk menjaga keberlangsungan negara yang besar ini dari kepentingan kelompok-kelompok tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari ketegangan yang berlangsung di Indonesia.

Seiring perkembangan peradapan manusia Indonesia yang tidak lagi terfregmentasi dalam agama, etnis dan kelas sosial menjadi kekuatan yang akan mewujudkan kedaulatan berada ditangan rakyat. Kondisi yang demikian membuat rakyat (society) dapat menandingi negara (state). Kekuatan rakyat ditujukan untuk mengawasi setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh negara, serta mencegah munculnya kekuatan dominan negara seperti era orde baru.

Paparan diatas menuntut kita untuk menjawab pertanyaan mendasar yaitu bagaimana cara memobilisasi kekuatan society agar terwujudnya keseimbangan kekuatan antara state dan society?

Dian Iskandar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s