PARLEMEN BARU HARAPAN BARU

PARLEMEN BARU HARAPAN BARU

Diawal masa jabatan kepemimpinan presiden joko widodo, telah mendapati “kericuhan selamat datang”, karena mendapat sorotan lebih terhadap nama kabinet kerja yang akan membantunya menjalankan pemerintahan 5 tahun kedepan, dan gejolak yang terjadi di gedung kura-kura senayan. Kehebohan yang terjadi di tengah masyarakat yang menyoroti kabinet kerja serta permasalahan di parlemen akan berdampak pada jalannya pemerintahan sang putra solo tersebut. Tulisan ini tidak akan membahas mengenai jokowi dan para pembantunya, namun akan berbicara tentang partner kerja yang memiliki kekuasaan legislatif yaitu DPR/MPR.

Bukan menjadi rahasia lagi kalau wakil rakyat yang duduk di senayan menunjukan sikap yang tidak pantas. Berterimakasih kepada mendia yang membantu menunjukan kepada rakyat bagaimana tingkah lagu orang-orang ang telah diberikan mandat untuk mewakili rakyatnya. Dan Belakangan ini pun rakyat disuguhkan pada tindak tanduk anggota legislatif yang mengelompokan dirinya dalam 2 kubu yang berbeda hanya untuk menunjukan siapa “BOSS”nya  di dalam arena merebutkan kekuasaan di institusi demokrasi tersebut.

Perang antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat, merupakan bentuk ketidakmatangan mental sang anggota dewan yang terhormat dan hanya ingin memenuhi kepentingan kelompoknya dan mencoba mencari pembenaran atas tindakan mereka. Tidak sadarkah bahwa jutaan pasang mata rakyat menonton mereka. Masalah-masalah internal yang terjadi di dalam badan legislatif ini, pada dasarnya tidak akan terjadi jika orang-orang yang ada didalamnya memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik. Walaupun memiliki sense of diferrent, dan identitas politik yang berbeda. Kebutuhan komunikasi yang sinkron antara kedua koalisi akan menghasilkan produk yang lebih baik daripada melakukan hal-hal yang memalukan.

“Persekongkolan” yang besar dalam lembaga legislatif, sebut saja Koalisi Merah Putih yang menang secara kuantitas dan mendapakatkan posisi-posisi strategis di parlemen. Keadaan yang demikian membuat koalisi ini merasa ekslusif. Maka tidak akan menutup kemungkinan koalisi ini meelakukan manuver-manuver untuk mencekal lawan tandingnya (Pemerintahan dan Koalisi Indonesia Hebat) dalam perjalanan roda pemerintahan 5 tahun kedepan.

      Disatu sisi, koalisi indonesia hebat harusnya menerima kenyataan bahwa koalisi yang menopang pemerintahan Jokowi-JK ini kalah secara banyaknya kursi yang diduduki. Seharusnya Koalisi Indonesia Hebat bersikap lebih open minded dan aware karena, suka atau tidak suka terhadap pemimpin dilembaga pembuat undang-undang tersebut, koalisi indonesia hebat harus lah menunjukan kinerja dan tidak perlu meributkan tentang kursi tertinggi di parlemen.

      Gambaran yang terjadi di salah satu lembaga demokrasi ini, menunjukan bahwa ketidaksiapan dan ketidakdewasaan dalam berpolitik. Suara yang diberikan rakyat dalam pemimlihan umum lima tahunan merupakan tanggungjawab besar yang diemban oleh orang-orang yang ada didalam parlemen. Seharusnya menjalankan mandat tersebut secara serius dan memberikan hasil maksimal dan optimal kepada rakyat yang telah mempercayakan   kadaulatan kepada dewan yang terhormat tersebut.

      Walaupun berasal dari partai yang berbeda dan ideologi yang diaut berbeda pula, dan mengubur dalam-dalam kepentingan kelompok demi kepentingan negara dan rakyat yang mereka wakili.Tidak terpecahnya belahnya parlemen dengan melakukan komunikasi yang persuasif, menyimpulkan tujuan bersama dan menemukan cara untuk memenuhi tujuan tersebut agar menjadikan parlemen yang solid.

Hal yang terpenting yang dibutuhkan dalam parlemen saat ini yaitu, moral yang baik dan kesadaran siapa mereka.

DIAN ISKANDAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s