Teori Elit

Elit : Actor Memperebutkan Dominasi Kekuasaan

Dalam kelompok penguasa (the rulling class) selain ada elit  yang berkuasa (the rulling elite) juga ada elit tandingan yang mampu meraih kekuasaan melalui massa jika elit yang berkuasa kehilangan kemampuannya untuk memerintah. Kekuasaan tersebut  mendorong elit politik untuk berperan aktif dengan tujuan untuk mendapatkan kekuasaan.

 

Jika melihat konsepnya  Pareto yang mengemukakan tentang jenis pergantian antara elit, yaitu pergantian (i)diantara kelompok-kelompok elit yang memerintah itu sendiri dan (ii) diantara elit dengan penduduk lainnya. Pergantian yang kedua ini dapat berupa individu-individu dari lapisan berbeda kedalam kelompok elit yang sudah ada dan/atau individu-individu dari lapisan bawah yang membentuk kelompok elit baru dan masuk ke kancah perebutan kekuasaan dengan elit yang sudah ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa yang menyebabkan runtuhnya elit yang memerintah. Pertanyaan tersebut dijawab oleh pareto dengan konsep tesidu yang dikembangkannya.

 Konsep ini digambarkan pada tindakan logis dan non logis dari individu-individu dalam kehidupan social. Tindakan yang logis adalah tindakan-tindakan yang diarahkan pada tujuan-tujuan yang akhirnya dapat dijangkau. Kemudian yang dimaksud tindakan non logis  ialah tindakan-tindakan yang tidak diarahkan pada suatu tujuan.

Selain Pareto, teori elit politik juga dikembangkan oleh Mosca yang percaya denga teori pergantian elit. Ia melihat bahwa karakteristik yang membedakan elit adalah kecakapan untuk memimpin dan menjalankan control politik. Dan sekali kelas yang memerintah itu kehingan kecakapannya dan orang-orang yang luar kelas lebih menunjukan kecakapan  yang lebih baik, maka terdapat kemungkinan kelas yang berkuasa akan dijatuhkan dan digantikan oleh kelas penguasa yang baru. Jika untuk menjawab pertanyaan yang sama pada mosca maka ia menjawab dengan alasan sosiologis, dia menunjukan kaitan perubahan di dalam lingkungan masyarakat dengan sifat-sifat individu.

Jika dikaitkan dengan demokrasi[1], demokrasi ini dipandang sebagai suatu system politik dimana partai-partai politik lomba untuk mendapatkan suara massa pemilih, elitnya relative terbuka dan direktur atas dasar kualitas dan massa penduduk yang berpartisipasi dalam mengatur masyarakat. setidaknya dalam hal memilih elit tandingan. Schumpeter, melihat bahwa demokrasi sebuah mekanisme untuk pemilihan dan member kekuasaan pada pemerintah dan bukan suatu jenis masyarakat dan juga bukan suatu tujuan moral. Suatu mekanisme yang mengandungg suatu kompetisi antara satu atau lebih kelompok para politisi yang terpilih sendiri, yang terorganisasikan dalam partai politik yang akan mencerahkkan mereka untuk memeintah sampai pemilihan berikutnya. Peranan pemilihan umum adalah unutuk menghasilkan suatu pemerintah atau suatu badan penengah lainnya yang pada gilirannya  menghasilkan suatu eksekutif nasional atau pemerintahaan.  peran pemilih untuk memilih orang-orang yang kan membuat keputusan bagi mereka.

Konsep elitis tentang demokrasi lainya dikemukakan oleh lasswel yang menekankan pada fungsi-fungsi manipulative dan kemampuan para elit. Baginya,  segelintir orang yang bisa memperoleh sebagian besar nilai dalam masyarakat tersebut disebut dengan elit.”posisi itu mereka jaga dengan cara manipulasi symbol-simbol, mengendalikan saluran-saluran(sumber daya) bahkan dengan menggunakan kekerasan. Sementara itu Dahl dan Sartori mengidentikan denokrasi dengan poliarki yang menurut mereka adalah system politik yang bercirikan suatu kompetisi yang bebas dan wajar  diantara kelompok minoritas  yang berpengaruh dan mempunyai kekuasaan untuk membuat kebijakan.[2]


[1] Dikembangkan oleh teoritisi elitsme politik Amerika pada tahun 1950-an diantaranya Schumpeter, Lasswell dan C.Wrigth Mills

[2] Dalam Teori Politik Modern SP. Varma . hal 214

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s